MENU TUTUP

Sebanyak 23 Warga Distrik Fawi Puncak Jaya Terserang Kaki Gajah

Jumat, 16 Oktober 2020 | 09:00 WIB / Andi Riri
Sebanyak 23 Warga Distrik Fawi Puncak Jaya Terserang Kaki Gajah Kepala Dinas Kesehatan Eliatas Telenggen, S. IP, M. Si/dok.Humas Puncak Jaya

MULIA, wartaplus.com - Diperhadapkan pada wabah Covid-19, sudah cukup merepotkan jajaran Pemerintah Puncak Jaya khususnya Dinas Kesehatan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam urusan kesehatan masyarakat. Kini, pemerintah daerah setempat diperhadapkan lagi dengan persoalan penyakit kaki gajah (Filariasis Limfatik), yang tengah menghantui masyarakat Distrik Fawi, setelah 23 orang ditemukan menderita penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria, namun ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Eliatas Telenggen, S. IP, M. Si kepada wartawan, Kamis (15/10) menjelaskan, dari 23 orang yang menderia penyakit kaki gajah, 13 diantaranya telah dirujuk ke RSUD Dok II Jayapura. 

"Kami telah perintahkan Penanggung Jawab Pencegahan Filariasis di Puncak Jaya, Nelson Wonda untuk turun langsung ke lapangan (Fawi) untuk menangani wabah itu. Total 13 pasien yang telah kami kirim ke Jayapura karena sebagian besar pasien sudah cukup parah dan membutuhkan penanganan serius dengan jalan operasi," kata Eliatas

Dari total 13 pasien yang dirujuk, 6 diantaranya telah menjalani proses operasi dan 7 pasien masih dalam tahap antrian dikarenakan keterbatasan tempat di RSUD Jayapura. 

"Sebenarnya tenaga medis siap antisipasi untuk dioperasi di Mulia namun karena kendala sarana prasarana fasilitas operasi yang belum memadai, serta kendala harus karantina mandiri selama 14 hari dengan biaya yang besar, sehingga hasil konsultasi kami dengan pimpinan agar langsung dirujuk ke RSUD Dok II Jayapura," ungkap Eliatas.

Terkendala Anggaran

Ia tidak memungkiri, kendala terbesar adalah masalah anggaran penanganan Filariasis yang dicoret akibat fokus untuk percepatan penanganan covid-19.

"Hal itu berdampak pada pemangkasan penanganan penyakit lain. Akibatnya program penanganan penyakit kaki gajah ini menjadi tertunda," akunya. 

Eliatas menjelaskan, Filariasis ini merupakan penyakit umum di daerah panas khususnya wilayah tumbuh kembang nyamuk seperti di daerah rawa.

"Namun kami berharap, penyakit ini tetap harus mendapatkan perhatian khusus dengan tersedianya anggaran yang cukup di APBD perubahan 2020 nanti," harapnya. 

"Kalau sudah ada keputusan agar awal November tim satgas sudah bisa bergerak lakukan pencegahan dengan pemberian obat sebelum korban tambah banyak," sambungnya

Eliatas mengaku, pihaknya telah mengajukan perubahan melalui Bappeda untuk dialokasikan lewat Dana Otsus. Ia juga berharap pemerintah pusat dalam hal ini melalui Kementerian Kesehatan melalui Dirjen P2PL Kemenkes untuk membantu

Senada dengan hal itu ditemui lewat telepon Penanggungjawab Pencegahan Kaki Gajah Puncak Jaya, Nelson Wonda menjelaskan, untuk upaya pencegahan penyakit  kaki gajah kini sudah masuk tahun ke 5.

"Upaya pencegahan kami melakukan pemberian obat antibodi/vaksin kepada masyarakat luas," akunya. 

Namun kendala yang dihadapi di Distrik Fawi adalah karena masalah transportasi, sebelumnya hanya 1 kali penerbangan, karena jumlah pasian bertambah harus menambah 2 penerbangan. 

"Kami juga mau sampaikan terima kasih kepada pihak dinas kesehatan provinsi dan RSUD Jayapura yang sudah turut membantu dalam penanganan 13 pasien yang dirujuk ke jayapura," ucapnya. ** 

 

 

 


BACA JUGA

Angkat Potensi Wisata, Dinas Pariwisata Puja Gelar Pelatihan Virtual

Jumat, 23 Oktober 2020 | 14:10 WIB

TP PKK Puja Bagikan Sembako dan Masker, Sekaligus Sosialisasi Pencegahan Covid-19

Kamis, 22 Oktober 2020 | 17:52 WIB

Danrem 173/PVB Secara Resmi Menutup Program TMMD ke-109 di Puncak Jaya

Rabu, 21 Oktober 2020 | 21:09 WIB

Antisipasi Penyakit Malaria, Puskesmas Mulia Bagikan 15.300 Kelambu

Jumat, 16 Oktober 2020 | 09:17 WIB
TERKINI

Kapolda Papua Berikan Award untuk Para Pecinta Lingkungan dan Pejuang Literasi

4 Jam yang lalu

Dimasa Covid-19, PWI dan Donatur Bantu Hanphone ke 3 Pelajar

5 Jam yang lalu

Dengan Segala Keterbatasan, STK TP Deiyai Wisudakan Angkatan Pertamanya

6 Jam yang lalu

Kesuksesan Peresmian Venue, Jadi Tolak Ukur Persiapan Menuju PON Papua 2021

6 Jam yang lalu

Hendak Lakukan Peliputan Debat Kandidat, Dua Wartawan Diusir Ketua KPU Supiori

17 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com