MENU TUTUP

Tahun Ajaran Baru, Proses Belajar Mengajar Masih dari Rumah

Jumat, 10 Juli 2020 | 19:50 WIB / Cholid
  Tahun Ajaran Baru, Proses Belajar Mengajar Masih dari Rumah Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilaoit ST. M.Si/Istimewa

JAYAPURA,wartaplus.com - Berdasarkan kalender pendidikan, 13 Juli mendatang 2020 mendatang, tahun ajaran baru sudah mulai berjalan. Namun proses belajar mengajar tetap dilakukan di rumah selama pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilaoit ST. M.Si ketika dikonfirmasi, Jumat (10/7).

Kata Sohilait merujuk surat edaran Gubernur Papua 3 Juli 2020 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Papua maka DPPAD Provinsi Papua memutuskan bahwa menurut kelender pendidikan tahun 2020/2021 tahun ajarannya dimulai pada Senin 13 Juli 2020.

"Menyikapi kebijakan Pemprov Papua yang penyebaran Covid-19 yang masih mengalami kenaikan dan sampai saat ini ada 17 Kabupaten/Kota yang terpapar sehingga  kita putuskan walaupun tahun pembelajaran 2020/2021 mulai tanggal 13 Juli, tapi khusus di Papua anak-anak tetap masih dirumah," ungkap Kepala Sohilait

Mantan Sekda Lanny Jaya ini menambahkan Dinas Pendidikan mengacu pada prinsip utamakan kesehatan dan keselamatan guru dan anak. Guna menghindari timbulnya klaster baru dalam penyebaran Covid-19 melalui aktivitas pembelajaran melalui satuan-satuan pendidikan, maka masa mengajar dari rumah dan belajar di rumah yang semula berakhir bertepatan dengan awal tahun ajaran baru 2020/2021 yakni tanggal 13 Juli 2020 diperpanjang sampai dengan 31 Juli 2020.

"Meski tahun ajaran baru, hal ini tidak dimaksudkan bahwa pada hari dan tanggal tersebut (Senin 13 Juli) para siswa dan guru hadir secara fisik di sekolah untuk melakukan aktifitas belajar mengajar seperti biasa. Namun yang dimaksud adalah awal tahun ajaran dengan tetap menjalankan masa social distancing dan physical distenching yang implementasinya melalui pembelajaran dari dan di rumah dengan berbagai strategi dan pendekatan yang telah dilaksanakan selama Covid-19,"ungkap Sohilait.

Ia pun menambahkan kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemerintah Provinsi Papua. Untuk itu masa pengenalan lingkungan sekolah harus wajib dilakukan secara online dan ofline dengan memperhatikan protokol kesehatan dan kebijakan pada masing-masing Kabupaten/Kota terkait penyebaran dan prevalensi Covid-19.*

 


BACA JUGA

Satgas Provinsi Kunker ke Biak Cek Pembangunan RS Rujukan Covid-19

Senin, 10 Agustus 2020 | 17:56 WIB

Telkomsel Kembali Serahkan Bantuan APD Kepada Rumah Sakit di Jayapura

Senin, 13 Juli 2020 | 10:38 WIB

Menko PMK Siap Dorong Rehabilitasi Rumah Adat Papua

Rabu, 08 Juli 2020 | 03:57 WIB

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Papua Mengalami Penurunan

Minggu, 28 Juni 2020 | 10:13 WIB
TERKINI

Patroli Gabungan, Pastikan Keamanan Jelang HUT Kemerdekaan di Puncak Jaya

1 Jam yang lalu

Seminar Kebangsaan Korem 172 PWY, Mahasiswa Diajak Mencintai NKRI

2 Jam yang lalu

Polri Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Masyarakat Kampung Kondo

3 Jam yang lalu

Belum Ada Pelaku Pembunuh Staf KPU Yahukimo yang DitangkapĀ 

3 Jam yang lalu

Jelang HUT RI, Wakapolres Puncak Jaya Bagikan Bendera ke Warga Mulia

4 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com