MENU TUTUP
​​​​​​​Kapolda Papua: KKB Berjuang Habis-Habisan

Musuh Dalam Selimut PT Freeport Indonesia

Rabu, 06 Mei 2020 | 07:11 WIB / Cholid
Musuh Dalam Selimut PT Freeport Indonesia Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw/Istimewa

JAYAPURA,wartaplus.com - Serangkaian penembakan yang dilakukan KKB di Timika salah satunya yakni penembakan yang terjadi di Kantor Office Building Kuala Kencana Kabupaten Mimika yang mengakibatkan 1 WNA meninggal dunia dan dua WNI mengalami luka. Kepolisian Daerah Papua akan terus melakukan upaya tindakan tegas terhadap KKB yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam kesempatannya mengatakan saat ini KKB masih mencari logistik. Logistik ada dua yakni bahan pangan dan amunisi. Kita juga ketahui bahwa mereka sudah bakar batu itu artinya mereka memang siap untuk berjuang habis- habisan.

Personil TNI-Polri di Timika sudah cukup dan beberapa kali kami telah melakukan langkah-langkah penindakan terhadap KKB. Pada prinsipnya aparat keamanan melakukan tindakan tegas terhadap KKB yang sering melakukan aksi yang mengganggu keamanan di Papua khususnya di Timika.

“Kita tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja, kita ini adalah alat negara dan negara tidak boleh lemah dengan kepentingan satu, dua pihak, jadi aparat keamanan TNI-Polri akan melakukan upaya sedemikian rupa untuk melakukan upaya penegakan hukum di negara ini,”ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam rilisnya yang diterima wartaplus.com, Rabu (6/5) pagi.

Ungkap Kapolda, untuk pengembangan pelaku yang diduga ikut serta dan merancang atau menjadi aktor dibalik kejadian pada tanggal 30 Maret 2020 yang lalu, yang menewaskan WNA an. Graeme Thomas Weal warga negara New Zeland dan 2 WNI terluka itu sudah kita tangkap dan saat ini sedang di proses.

“Kita cukup terkejut, nampaknya dia bukan orang yang biasa, dia merupakan pengatur beberapa kejadian yang ada di Timika, termasuk di duga juga melakukan penembakan  yang terjadi di Kabupaten Mimika. Kita sedang menggali terus, mudah-mudahan akan terkuak semua dengan pihak-pihak yang melatar belakangi mereka ini. Karena statusnya ada mereka sebagai security tapi aktifitasnya itu diluar dari itu, yang jauh bersinergi dengan kelompok-kelompok ini,”ujarnya.

Dikatakan, pelaku yang jadi security di PT.Freeport Indonesia mengaku sudah lama bergabungan dengan KKB. Pada Tahun 2004 menjadi karyawan di PT. Freeport dan pada tahun 2009 dia bergabung bersama kelompok ini kemudian pada tahun 2014 dilantik menjadi koordinator.

Seperti diketaui insiden penembakan siang bolong di areal perkantoran PTFI, Kuala Kencana, Mimika pada Senin (30/3), menewaskan satu karyawan asal Selandia Baru, Graeme Thomas Wall (57) dan melukai dua karyawan lainnya asal Indonesia, Ucok Simanungkalit dan Jibral Bahar.*

 

 


BACA JUGA

KSAL Tambah Kekuatan Laut dan Calon Prajurit di Wilayah Timur Indonesia

Jumat, 10 Juli 2020 | 17:05 WIB

BNN Papua Tangkap Bandar Narkoba dan Amankan 147 Gram Sabu

Jumat, 10 Juli 2020 | 14:33 WIB

Kurun Waktu Empat Bulan, 2.107 Orang di Papua Terpapar COVID-19

Jumat, 10 Juli 2020 | 06:37 WIB

Dit Binmas Polda Papua Gelar Silaturahmi dengan BUJP

Jumat, 10 Juli 2020 | 06:28 WIB

SKK Migas - KKKS Papua dan Maluku Gandeng Ormas berbagi Bama untuk Tenaga Medis dan Jurnalis

Kamis, 09 Juli 2020 | 19:35 WIB
TERKINI

Tahun Ajaran Baru, Proses Belajar Mengajar Masih dari Rumah

6 Jam yang lalu

Tabrak Trotoar Jalan, Mobil Avanza Terbalik di Jembatan Youtefa

8 Jam yang lalu

KSAL Tambah Kekuatan Laut dan Calon Prajurit di Wilayah Timur Indonesia

9 Jam yang lalu

BNN Papua Tangkap Bandar Narkoba dan Amankan 147 Gram Sabu

11 Jam yang lalu

Komitmen Telkomsel terhadap Penanganan Dugaan Penyalahgunaan Data Pelanggan

13 Jam yang lalu
Kontak Informasi wartaplus.com
Redaksi: wartaplus.media[at]gmail.com